Di tangga manakah
martabatku diriku bersimpuh
kala lalat yang menghurung berdengung
di jelik kotoran sampah
melafazkan zikir cinta
sedang aku hanyut di samudera
alpa ? martabat apakah
selayaknya untukku
bila berenga berenga itu
bertasbih memuji
di dada longkang longkang yang tengik
sedang aku terkinja kinja
di daerah simfoni leka ?
apa dan dimana
tiada daya untuk ku cerna
sekadar merasa
lalat dan berenga berenga itu
meski tapak hidupnya bergelumang
jijik
lebih rendah letak dariku
daripada muntah hijau meloyakan !
15 September 2011 ,0128